Indonesia   English

Tanggung jawab manusia kepada satwa

Sebaik-baiknya keadaan satwa adalah ketika ia hidup bebas secara liar di alam. Di habitat aslinya di alam, satwa liar akan mampu memenuhi segala kebutuhan fisik dan psikologis dengan instinct dan naluri yang dimilikinya. Mereka dapat mencari makan dan minum sendiri, bermain dan bersenda gurau dengan teman-teman sekawanannya, tumbuh dan berkembang menjalani hidup yang sehat dan sejahtera.

Namun, terkadang manusia juga membutuhkan bantuan satwa dalam kehidupannya. Kuda dibutuhkan untuk mengangkut barang dan menarik kereta, anjing dibutuhkan untuk menjaga rumah dan berburu, kucing dibutuhkan untuk ‘mengusir’ hama tikus di ladang, ayam dan sapi untuk dikonsumsi protein hewaninya, dan juga termasuk satwa-satwa di kebun binatang yang diyakini oleh sebagian orang sebagai kebutuhan untuk edukasi.

Jika kita sudah berani memisahkan satwa dari habitat aslinya di alam liar, maka kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan keadaan fisik dan psikologisnya dalam kondisi baik agar satwa tersebut tetap terjamin kesehatan dan kesejahteraannya. Karena bagaimanapun, semua satwa adalah makhluk hidup yang memiliki rasa dan karsa; bisa merasakan sakit dan juga mempunyai kehendak. Meski kadar rasa dan karsa pada setiap hewan berbeda-beda, tetap harus kita hormati sebagai makhluk hidup, toh kadar cipta, rasa dan karsa pada setiap manusia berbeda-beda juga kan? Tidak ada satu makhluk hidup yang sama di dunia ini, sehingga hal itu tidak dapat dijadikan alasan untuk merendahkan perlakuan kita terhadap makhluk hidup lainnya. Tanggung jawab yang dimaksud di atas tidak lain adalah mengindahkan kesejahteraan satwa.