Indonesia   English

Perilaku stereotipe pada satwa yang tertekan dan stress

Yang dimaksud dengan perilaku stereotipe adalah gerakan yang dilakukan secara berulang-ulang, relatif tidak bervariasi, dan tanpa tujuan yang jelas. Beberapa contoh perilaku abnormal ini pada hewan antara lain:

  • Swaying – gerakan berayun yang dilakukan dengan berdiri pada satu tempat, kemudian mengayun-ayunkan kepala, bahu, belalai, atau bahkan seluruh tubuhnya dari satu sisi ke sisi yang lain. Gerakan swaying ini seringkali ditemukan terjadi pada gajah.
  • Bar biting – kegiatan menghisap atau mengigit-gigiti kandang jeruji besi secara berulang-ulang. Gerakan bar biting dapat ditemukan pada jenis-jenis primata maupun hewan ternak seperti kuda.
  • Pacing – gerakan mondar-mandir dari satu tempat ke tempat lain secara berulang-ulang tanpa tujuan yang jelas. Gerakan pacing mudah teramati pada jenis-jenis kucing besar seperti macan dan harimau.
  • Apathy – kondisi dimana satwa sangat pasif dan tidak bereaksi terhadap rangsangan lingkungan di sekitarnya. Hal ini dapat dijumpai pada hampir semua hewan yang stress atau tertekan.
  • Rocking – gerakan sambil bergoyang ke depan dan ke belakang, terkadang sambil duduk, dan dilakukan secara berulang-ulang. Gerakan ini dapat mudah diamati pada beruang madu dan kera besar.

Selain kelima perilaku di atas, masih banyak perilaku stereotipe lainnya seperti circling, neck-twisting, head-bobbing and weaving, abnormal mother-infant behavior, over-grooming, abnormal aggression, vomiting and regurgitating, self-mutilation or abuse, serta coopophilia or coprophagia.